Hadits Pertama [1]
﴿١﴾ وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ :
عَلَّمَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلتَّشَهُّدَ فِي اَلْحَاجَةِ:﴿ إِنَّ اَلْحَمْدَ لِلَّهِ , نَحْمَدُهُ , وَنَسْتَعِينُهُ ,
وَنَسْتَغْفِرُهُ , وَنَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا أنفسنا ﴿
وَلِلنَّسَائِيِّ عن عبد الله وسيئات أعمالنا ﴾ , مَنْ يَهْدِهِ
اَللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ , وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَيَقْرَأُ ثَلَاثَ
آيَاتٍ ﴾ رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ ,وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ
, وَالْحَاكِمُ وّ رَوَاهُ مُسْلِمٌ عن
ابن عباس.
1.
Dan dari Abdullah
Ibnu Mas'ud berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengajari kami
khutbah pada suatu hajat: " Sesungguhnya segala puji bagi Allah,
kami memuji-Nya, kami meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami
berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan [Dan menurut riwayat Nasa'I dari jalan Abdullah] dan
dari kejelekan amal pekerjaan kami.
Barangsiapa mendapat hidayah Allah tak ada orang yang dapat menyesatkannya.
Barangsiapa disesatkan Allah, tak ada yang kuasa memberinya petunjuk. Aku
bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu
hamba-Nya dan utusan-Nya dan membaca tiga ayat [2]". Diriwayatkan oleh Muslim
Jalan dari Ibnu Abbas Radliyallaahu
'anhu [3], Ahmad
dan Imam Empat. Hadits hasan menurut Tirmidzi dan Hakim.
Hadits Kedua [4]
﴿٢﴾ وَعَنْ جَابِرِ
بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ
صلى الله عليه وسلم إِذَا خَطَبَ, احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ, وَعَلَا صَوْتُهُ,
وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ, حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ: صَبَّحَكُمْ
وَمَسَّاكُمْ, وَيَقُولُ: " ﴿ أَمَّا بَعْدُ, فَإِنَّ
خَيْرَ اَلْحَدِيثِ كِتَابُ اَللَّهِ, وَخَيْرَ اَلْهَدْيِ هَدْي ُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ
اَلْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ ﴾
رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
2.
Dan dari Jabir Ibnu Abdullah
Radliyallaahu 'anhumaa berkata: Adalah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam bila berkhutbah memerah kedua matanya, meninggi suaranya, dan mengeras
amarahnya seakan-akan beliau seorang komandan tentara yang berkata: Musuh akan
menyerangmu pagi-pagi dan petang. Beliau bersabda: "Amma ba'du, sesungguhnya
sebaik-baik perkataan ialah Kitabullah [Al-Qur'an], dan sebaik-baik-Nya
petunjuk ialah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek perkara ialah yang diada-adakan
[Bid'ah], dan setiap bid'ah itu sesat." Diriwayatkan oleh Muslim.
وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ كَانَتْ خُطْبَةُ اَلنَّبِيِّ صلى الله
عليه وسلم يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ: يَحْمَدُ اَللَّهَ وَيُثْنِي عَلَيْهِ, ثُمَّ
يَقُولُ عَلَى إِثْرِ ذَلِكَ, وَقَدْ عَلَا صَوْتُه وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ: ﴿ مَنْ
يَهْدِه ِ اَللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ﴾
وَلِلنَّسَائِيِّ: ﴿ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي
اَلنَّارِ ﴾ رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dalam suatu riwayatnya yang lain:
Khutbah Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pada hari Jum'at ialah: Beliau
memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian beliau mengucapkan seperti khutbah
di atas dan suaru beliau keras. Dalam suatu riwayatnya yang lain. "Barangsiapa yang
diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada orang yang dapat menyesatkannya dan
barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada orang yang dapat memberikan
hidayah padanya." Dan menurut riwayat Nasa'i : "Dan setiap
kesesatan itu tempatnya di neraka." Diriwayatkan oleh Muslim.
Sehingga dari keseluruhan hadits di atas,
kita dapat susun menjadi seperti dibawah
ini :
﴿إن الحمد لله نحمده
ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله
فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
وأشهد أن محمداً عبده ورسوله﴾.
﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ
ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُونَ﴾
﴿يَاأَيُّهَا النَّاسُ
اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا
زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ
الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾
﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ
ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ
أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ
فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾
أما بعد،،،
﴿فإن أصدق الحديث كتاب الله، وأحسن الهدي هدي محمد صلى الله عليه
وسلم ، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثةٍ بدعةٍ، وكل بدعةٍ ضلالةٍ، وكل ضلالةٍ في
النار، وبعد﴾.
Maroji Naskah
Maroji Pertama :
- Bulughul Maram Min Adilatil Ahkam, Hadits No. 999 Hal. 263 Bab. Kitab Nikah. Penerbit Akbar Media
- Yang dimaksud dengan di baca 3 ayat dari Al Qur’an adalah QS. Ali Imran : 102;, QS. An Nisa: 1;, QS. Al Ahjab : 70-71
- Mukhtashar Shahih Muslim , Kitab Shalat Jum’at.,Hal. 202 Bab 10 Bacaan di dalam Khutbah, Hadits No. 409 [ Jalan dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu. Penerbit Gema Insani
- Bulughul Maram Min Adilatil Ahkam, Hadits No. 475 Hal. 113 Bab Sifat Khutbah Jum’at. Penerbit Akbar Media
dan Mukhtashar
Shahih Muslim , Kitab Shalat Jum’at.,Hal. 203 Bab 11 Mengeraskan Suara Saat
Berkhutbah dan Bacaannya, Hadits No. 410 [ Jalan dari Jaabir bin Abdullah ]. Penerbit
Gema Insani
Maroji Kedua :
Catatan :
1. Untuk
Maroji Kedua Penulis Meruju’ kepada Kitab “Muwasau’at Al Hadits Al
Nabawiy As Syariif, Shahih, wa Sunan wa Musaaniid”.” Intaja Mauqu’u Ruhul
Islaam”. Versi exe Naskah Asli Arab.
2. Penulis
katakan, Hadits-hadits diatas merupakan kumpulan matan muqadimah didalam
berkhutbah,baik Khutbah Jum’at, dua Shalat ‘Ied
ataupun yang lain, bahkan dalam Khutbah Hajat Nikah pun Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa salam memakai muqadimah dalam hadits diatas, mulai
dari Hamdallah, Dua Syahadat dan tiga ayat Al Qur’an. Yang dimana
matan dan sanadnya yang begitu panjang dan dari beberapa periwayatan, baik dari
syarah Imam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Ibnu Huzaimah serta yang
lainnya sebanyak 16 periwayatan hadits yang shahih [yang penulis dapatkan] kemungkinan masih
banyak lagi. Namun penulis ingatkan bahwa inti dari khutbah adalah Mau’idhah/Tarbiyyah/Nasehat
untuk Umat dan diri kita pribadi. Jadi intinya jika kita ingin berkhutbah silahkan bisa memakai lafadz-lafadz
yang lain , yang dimana tidak melanggar
aturan Syar’i. Karena intinya khutbah secara keseluruhan menunjukkan disunnahkannya
membaca Hamdalah, Dua Syahadat,
dan tiga ayat dari Al-Quran. Wallahu A’lam, Haqqullah wa Haqqur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi
wa salam .
Penulis : Abu Ibraahiim Rasheed Al Maalik Al Mu'tashim






