Minggu, 28 Desember 2014

Lafadz Khutbah Hajat [ Kebutuhan ]

Lafadz Khutbah Hajat [ Kebutuhan ]
Hadits Pertama [1]

﴿١﴾ وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ : عَلَّمَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلتَّشَهُّدَ فِي اَلْحَاجَةِ:﴿ إِنَّ اَلْحَمْدَ لِلَّهِ , نَحْمَدُهُ , وَنَسْتَعِينُهُ , وَنَسْتَغْفِرُهُ , وَنَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا أنفسنا ﴿ وَلِلنَّسَائِيِّ عن عبد الله  وسيئات أعمالنا , مَنْ يَهْدِهِ اَللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ , وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَيَقْرَأُ ثَلَاثَ آيَاتٍ ﴾  رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ ,وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ , وَالْحَاكِمُ وّ رَوَاهُ مُسْلِمٌ عن ابن عباس.
1.             Dan dari Abdullah Ibnu Mas'ud berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengajari kami khutbah pada suatu hajat: " Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, kami meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami dan [Dan menurut riwayat Nasa'I dari jalan Abdullah] dan dari kejelekan amal  pekerjaan kami. Barangsiapa mendapat hidayah Allah tak ada orang yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa disesatkan Allah, tak ada yang kuasa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya dan membaca tiga ayat [2]". Diriwayatkan oleh Muslim Jalan dari  Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu [3], Ahmad dan Imam Empat. Hadits hasan menurut Tirmidzi dan Hakim.
Hadits Kedua [4]
﴿٢﴾ وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا خَطَبَ, احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ, وَعَلَا صَوْتُهُ, وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ, حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ: صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ, وَيَقُولُ: " ﴿ أَمَّا بَعْدُ, فَإِنَّ خَيْرَ اَلْحَدِيثِ كِتَابُ اَللَّهِ, وَخَيْرَ اَلْهَدْيِ هَدْي ُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ اَلْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ ﴾ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
2.             Dan dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu 'anhumaa berkata: Adalah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bila berkhutbah memerah kedua matanya, meninggi suaranya, dan mengeras amarahnya seakan-akan beliau seorang komandan tentara yang berkata: Musuh akan menyerangmu pagi-pagi dan petang. Beliau bersabda: "Amma ba'du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Kitabullah [Al-Qur'an], dan sebaik-baik-Nya petunjuk ialah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek perkara ialah yang diada-adakan [Bid'ah], dan setiap bid'ah itu sesat." Diriwayatkan oleh Muslim.
وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ كَانَتْ خُطْبَةُ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ: يَحْمَدُ اَللَّهَ وَيُثْنِي عَلَيْهِ, ثُمَّ يَقُولُ عَلَى إِثْرِ ذَلِكَ, وَقَدْ عَلَا صَوْتُه وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ: ﴿ مَنْ يَهْدِه ِ اَللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ﴾ وَلِلنَّسَائِيِّ: ﴿ وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي اَلنَّارِ ﴾ رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dalam suatu riwayatnya yang lain: Khutbah Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pada hari Jum'at ialah: Beliau memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian beliau mengucapkan seperti khutbah di atas dan suaru beliau keras. Dalam suatu riwayatnya yang lain. "Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada orang yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada orang yang dapat memberikan hidayah padanya." Dan menurut riwayat Nasa'i : "Dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka." Diriwayatkan oleh Muslim.
Sehingga dari keseluruhan hadits di atas, kita dapat  susun menjadi seperti dibawah ini :
﴿إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمداً عبده ورسوله﴾.
﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾
﴿يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا﴾
﴿يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا﴾
أما بعد،،،
﴿فإن أصدق الحديث كتاب الله، وأحسن الهدي هدي محمد صلى الله عليه وسلم ، وشر الأمور محدثاتها، وكل محدثةٍ بدعةٍ، وكل بدعةٍ ضلالةٍ، وكل ضلالةٍ في النار، وبعد﴾.


Maroji Naskah
Maroji Pertama :
  1. Bulughul Maram Min Adilatil Ahkam, Hadits No. 999 Hal. 263 Bab. Kitab Nikah. Penerbit Akbar Media
  2. Yang dimaksud dengan di baca 3 ayat dari Al Qur’an adalah QS. Ali Imran : 102;, QS. An Nisa: 1;, QS. Al Ahjab : 70-71
  3. Mukhtashar Shahih Muslim , Kitab Shalat Jum’at.,Hal. 202 Bab 10 Bacaan di dalam Khutbah, Hadits No. 409 [ Jalan dari  Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu. Penerbit Gema Insani
  4. Bulughul Maram Min Adilatil Ahkam, Hadits No. 475 Hal. 113 Bab Sifat Khutbah Jum’at. Penerbit Akbar Media
dan Mukhtashar Shahih Muslim , Kitab Shalat Jum’at.,Hal. 203 Bab 11 Mengeraskan Suara Saat Berkhutbah dan Bacaannya, Hadits No. 410 [ Jalan dari Jaabir bin Abdullah ]. Penerbit Gema Insani
  Maroji Kedua :
*       Shahih Muslim, Hadits No 43, 44, 45, dan 46 Bab Kitab Jum’at dan Syarah Khutbah Jum’at.
*       Musnad Ahmad, Hadits dari Ibnu Mas’ud dan Hadits dari  Ahlul Bait Ridwanillah ‘alaihim Ajma’iin.
*       Sunan An Nasa’i, Bab Khutbah Nikah , Bab Khutbah Jum’at  Dan  Khutbah dua Shalat ‘iedain [Hadits No 1404 dan Hadits No. 3277 oleh Syeikh Nashiruddin Al Al Bani ].
*       Shahih Ibnu Huzaimah, Hadits No. 1785 Bab Kaifiyat Khutbah Jum’ah.
*       Mushanaf Ibnu Abu Syaibah, Hadits No 1 Bab Khutbah Nikah.
*       Musnad Imam Syafi’i, Bab Ma Kharaja min Kitabil Wudhu.
*       Musnad Abu Ya’la,  Juz 9 Hadits dari Abdullah bin Mas’ud dan  Juz 13 Hadits dari Abu Musa Al Asy’ary 
*       Mustadrak Al Hakim, Hadits No. 2744 Bab Nikah.
*       Shahih Ibnu Hiban, Hadits No. 6568 Bab Tareh.
*       Sunan Al Baihaqi, Hadits No. 13704 Bab Nikah dan Hadits No. 5592 Bab Khutbah Jum’at.
*       Sunan At Tirmidzy, Hadits No. 1111 Bab Khutbah Nikah.
*       Sunan Ad Daraamy, Hadits No. 2202 Bab Khutbah Nikah.
*       Shahih Ibnu Majah, Hadits No. 1892 dan No. 1893 Bab Khutbah Nikah.
*       Sunan Abu Daud, Hadits No 2118 Bab Khutbah Nikah dan Hadits No. 1097 Bab Khutbah Jum’at.
*       Syarah Shahih Bukhari, Dalam Fathul Bari, Al Hafidz Ibnu Hajar Al Ashqalani,Bab Qaulul Khitbati fii Nikah,  
Catatan  :
1.       Untuk Maroji Kedua Penulis Meruju’ kepada Kitab “Muwasau’at Al Hadits Al Nabawiy As Syariif, Shahih, wa Sunan wa Musaaniid”.” Intaja Mauqu’u Ruhul Islaam”. Versi exe Naskah Asli Arab.
2.       Penulis katakan, Hadits-hadits diatas merupakan kumpulan matan muqadimah didalam berkhutbah,baik Khutbah Jum’at, dua Shalat ‘Ied  ataupun yang lain, bahkan dalam Khutbah Hajat Nikah pun Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam  memakai muqadimah dalam hadits diatas, mulai dari Hamdallah, Dua Syahadat dan tiga ayat Al Qur’an. Yang dimana matan dan sanadnya yang begitu panjang dan dari beberapa periwayatan, baik dari syarah Imam Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Ibnu Huzaimah serta yang lainnya sebanyak 16 periwayatan hadits yang shahih [yang penulis dapatkan] kemungkinan masih banyak lagi. Namun penulis ingatkan bahwa inti dari khutbah adalah Mau’idhah/Tarbiyyah/Nasehat untuk Umat dan diri kita pribadi. Jadi intinya jika kita  ingin berkhutbah silahkan bisa memakai lafadz-lafadz yang  lain , yang dimana tidak melanggar aturan Syar’i. Karena intinya khutbah secara keseluruhan menunjukkan disunnahkannya membaca Hamdalah,  Dua Syahadat, dan tiga ayat dari Al-Quran. Wallahu A’lam, Haqqullah wa Haqqur Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam  .
Penulis : Abu Ibraahiim Rasheed Al Maalik Al Mu'tashim