Sabtu, 18 Juli 2020

Al Ikhlas dan Niat (Muqadimah) Riyyadhus Shalihin

Bagian Muqadimah
Al Ikhlas dan Niat
Berbicara tentang pekerjaan dalam beribadah atau melakukan yang benilai ibadah pastikanlah dalam hati kita keikhlasan dan niat, kedua hal ini  sangatlah penting untuk menompang tujuan akhir dari segala aktivitas kita kepada sang Khaliq, sebagaimana dalam Al Qur’an Allah Subhana Wata’ala Berfirman dalam Surat Al Bayyinah Ayat 5 “Wa Maa Umiruu Illaa Liya’buduullaah Mukhlishiina lahud Dien hunafa’a Wa yuqiimuush Shalata Wa Yu’tuuz Zakaata Wa Dzaalika Dienul Qayyimah”.  (Padahal mereka hanya di perintahmenyembah Allah, dengan ikhlas menta’ati-Nya semata-mata karena menjalankan Agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan Zakat dan yang demikian itulah Agama yang lurus (benar).   

Selanjutnya dalam Surat Al Hajj Ayat 37 “Layyanaalallaaha lahuumahaa Wa LaaDamaa’uhaa Wal akin yanaalahut Taqwaa Minkum.” Daging (Hewan (Qurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi sampai kepada-Nya adalah Ketaqwaan kamu.)
Selanjutnya dalam surat Ali Imraan Ayat 29 “Qul in Tukhfuu maa fii Shudurikum Au Tubduhuu Ya’lamuhullaah” (Katakanlah, Jika kamu Sembunyikan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu nyatakan Allah pasti mengetahuinya,.)

                Berangkat dari ketiga Ayat Inilah penyusun kitab Riyaadhush Shalihin yang di susun oleh Syeikh Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An Nawawy (Imam Nawawi) dalam menyusun kitabnya, begitu juga dengan para Syeikh-syeikh yang Mesyarah kitab Riyyadush Shalihin Ini mengawali dengan Ikhlash Dan Niat.

Dengan demikian kami juga bertabayun dan taqlid atas Makna keikhlasan dan niat yang benar sebagaina dalam ayat ayat di atas bahwa segala aspek kehidupan serta aktivitas kita harus dengan ikhlas dan niat karena ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Aamiien

Penulis :  Pick Abu Youm Za LQ
Cikupa - Gudang - Tanjungasri, Ahad 28 Dzulqadah 1441 H, 19 Juli 2020