Bagian Muqadimah
Al Ikhlas dan Niat
Berbicara tentang pekerjaan dalam
beribadah atau melakukan yang benilai ibadah pastikanlah dalam hati kita
keikhlasan dan niat, kedua hal ini
sangatlah penting untuk menompang tujuan akhir dari segala aktivitas
kita kepada sang Khaliq, sebagaimana dalam Al Qur’an Allah Subhana Wata’ala
Berfirman dalam Surat Al Bayyinah Ayat 5 “Wa Maa Umiruu Illaa
Liya’buduullaah Mukhlishiina lahud Dien hunafa’a Wa yuqiimuush Shalata Wa
Yu’tuuz Zakaata Wa Dzaalika Dienul Qayyimah”. (Padahal mereka hanya di perintahmenyembah
Allah, dengan ikhlas menta’ati-Nya semata-mata karena menjalankan Agama, dan
juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan Zakat dan yang demikian itulah
Agama yang lurus (benar).
Selanjutnya dalam Surat Al Hajj Ayat
37 “Layyanaalallaaha lahuumahaa Wa LaaDamaa’uhaa Wal akin yanaalahut
Taqwaa Minkum.” Daging (Hewan (Qurban) dan darahnya itu sekali-kali
tidak akan sampai kepada Allah, tetapi sampai kepada-Nya adalah Ketaqwaan
kamu.)
Selanjutnya dalam surat Ali
Imraan Ayat 29 “Qul in Tukhfuu maa fii Shudurikum Au Tubduhuu
Ya’lamuhullaah” (Katakanlah, Jika kamu Sembunyikan apa yang ada di
dalam hatimu atau kamu nyatakan Allah pasti mengetahuinya,.)
Berangkat
dari ketiga Ayat Inilah penyusun kitab Riyaadhush Shalihin yang di susun oleh
Syeikh Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf An Nawawy (Imam Nawawi) dalam menyusun kitabnya, begitu juga dengan para Syeikh-syeikh yang Mesyarah kitab Riyyadush Shalihin Ini mengawali dengan Ikhlash Dan Niat.
Dengan demikian kami juga
bertabayun dan taqlid atas Makna keikhlasan dan niat yang benar sebagaina dalam
ayat ayat di atas bahwa segala aspek kehidupan serta aktivitas kita harus
dengan ikhlas dan niat karena ketaqwaan kita kepada Allah Subhanahu Wata’ala.
Aamiien
Penulis : Pick Abu Youm Za LQ
Cikupa - Gudang - Tanjungasri, Ahad 28 Dzulqadah 1441 H, 19 Juli 2020





