Jilbabku Penutup Auratku

Jilbab merupakan bagian dari syari’at yang penting untuk dilaksanakan oleh seorang muslimah. Ia bukanlah sekedar identitas atau menjadi hiasan semata dan juga bukan penghalang bagi seorang muslimah untuk menjalankan aktivitas kehidupannya. Menggunakan jilbab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib dilakukan oleh setiap muslimah, sama seperti ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, puasa yang diwajibkan bagi setiap muslim.

Jilbabku Terasing, Jilbabku Berubah Kebahagiaan

Cerita tentang keterasingan seorang muslimah yang mengemban amanah ubudiyah menghambakan diri kepada Allah Ta’ala dengan berupaya mengenakan hijab syar’i yang membalut rapi tubuhnya. Cerita yang tidak lepas dari suka dan duka.

Asal Penamaan Bulan Sya'ban

Nama Sya’ban diambil dari kata: sya’bun, yang artinya kelompok atau golongan. Dinamakan Sya’ban, karena pada bulan ini masyarakat jahiliyah berpencar mencari air. Ada juga yang mengatakan, mereka berpencar menjadi beberapa kelompok untuk melakukan peperangan. (Lisanul ‘Arab ). Al-Munawi mengatakan: “Bulan rajab menurut masyarakat jahiliyah adalah bulan mulia, sehingga mereka tidak melakukan peperangan. Ketika masuk bulan sya’ban, bereka berpencar ke berbagai peperangan.” (at-Tauqif a’laa Muhimmatit Ta’arif, hal. 431)

Makna Iman Menurut Sabda Rasul

Hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa Sallam, bahwa beliau bersabda : ”Iman adalah tujuh puluh lebih cabang atau enam puluh lebih cabang. Cabang iman yang paling utama ialah perkataan tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan cabang iman terendah ialah menyingkirkan gangguan dari jalan. Malu termasuk salah satu cabang iman.” (Hadits ini Shahih, Dikeluarkan atau diriwayatkan oleh Al-Bukhari no 9, Muslim no 35, Ahmad 2/414, Abu Daud no 4676, At-Tirmidzi no 2614, An-Nasa’i 8/110, Ibnu Majah no 57, Ibnu Hibban no 166, 167, 181, 190, 191.)

Pandangan Syar'i Mengenai ODOJ

Patut disyukuri di satu sisi, namun disesali di sisi yang lain, inilah yang kami komentari dari fenomena ODOJ ini. Mengapa demikian? Akan datang jawabannya insya Allah ta’ala. Alhamdulillah, telah dipahami bersama bahwa ibadah adalah hikmah penciptaan hamba di muka bumi. Allah ta’ala berfirman, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku saja.” [Adz-Dzariyat: 56] Bersamaan dengan itu, Allah ta’ala menjanjikan kebaikan yang berlipat ganda bagi siapa yang beribadah kepada-Nya dan mengancam dengan azab-Nya yang sangat pedih bagi siapa yang tidak beribadah kepada-Nya atau menyekutukan-Nya dalam ibadah.

Selasa, 30 Agustus 2016

SDITQ IMAM MALIK BANDUNG

Sekilas Tentang SDITQ IMB
SDITQ IMB merupakan sekolah yang memadukan antara Kurikulum Pendidikan Nasional (KTSP 2006) dengan kurikulum khas YIMB. Penambahan kurikulum khas YIMB merupakan ciri khas yang ingin diunggulkan berkaitan status sekolah sebagai Sekolah Dasar Islam Tahfidzul Qur’an. Oleh karena itu, kurikulum khas YIMB merupakan pengembangan dari mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Kurikulum khas YIMB meliputi mata pelajaran Tahfidzul Qur’an, Bahasa Arab, Aqidah, Siroh Nabawiyyah, Al-Qur’an Al-Hadits, Al-Adab Al-Islami, Fiqih, Hafalan Do’a Harian dan Baca Tulis Al-Qur’an.
Penekanan Kurikulum khas YIMB terutama berkaitan dengan Akhlaqul Karimah (Akhlaqul Qur’an). Kurikulum khas YIMB juga disesuaikan dengan perkembangan otak anak yang pesat di usia awal-awal sekolah dasar dengan menghafal Al-Qur’an dan do’a-do’a keseharian serta do’a-do’a sholat. 
Selain penambahan kurikulum khas YIMB, pembelajaran di dalam kelas didukung oleh program pembiasaan yang di dasarkan kepada nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman shalafus shalih.
Para siswa diajarkan adab-adab islam, baik dalam bergaul dengan sesama, guru, orangtua maupun masyarakat sekitar. Para siswa juga dibiasakan dengan pakaian yang sopan dan sesuai dengan tuntunan syari’at, sehingga mereka sudah dibiasakan untuk menginternalisasikan (menghayati) nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
SDITQ IMB menerapkan belajar 5 (lima) hari, yaitu mulai hari Senin sampai dengan hari Jum’at. Pembelajaran dimulai pada pukul 6.50 WIB sampai dengan pukul 13.00 bagi kelas 1, 2 dan 3, sedangkan kelas 4, 5 dan 6 pembelajaran sampai pukul 14.00 WIB. Hari Sabtu dimanfaatkan sebagai hari pelaksanaan ekstra kulikuler. Dan juga dimanfaatkan bagi pembelajaran remedial bagi siswa yang membutuhkan.
VISI DAN MISI
Visi
“Menjadi Sekolah Dasar Islam profesional di atas manhaj Salafus Shalih Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang mencetak generasi yang unggul dengan penanaman dasar-dasar ilmu dan amal.”

Enam kriteria kader unggul adalah:
  1. Hafal Qur’an
  2. Berakidah dengan akidah yang benar
  3. Beribadah dengan ibadah yang lurus
  4. Berakhlak dengan akhlak yang mulia
  5. Bermuamalah dengan muamalah yang jujur
  6. Terampil, berilmu dan menguasai teknologi.
Misi
  1. Menyelenggarakan dan mengelola sekolah dengan sistem pembelajaran yang profesional sesuai Standar Nasional Pendidikan yang berlaku di negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memilih, mengangkat, melatih dan menempatkan sumber daya manusia sesuai dengan bidangnya berdasarkan kualifikasi keahlian dan latar belakang pendidikan yang dimilikinya.
  2. Menjadikan sekolah sebagai wadah dakwah di atas pemahaman yang lurus, tidak menyimpang dari dua sumber yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih dengan mengoptimalkan pendidikan Tahfidzul Qur’an dan Bahasa Arab hingga menjadi kegiatan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah.
  3. Memberikan contoh-contoh teladan yang baik yang terdapat pada diri Rasulullah – shallallaahu ‘alaihi wa ‘alaa aalihi wa sallam – dalam kehidupan sehari-hari baik dari sisi akidah, ibadah, akhlak maupun muamalah.
  4. Membekali para siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan sehari-hari sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar di SDITQ IMB didukung oleh Tenaga Pendidik dan Kependidikan yang sangat kompeten. Tenaga Pendidik dan Kependidikan direkrut sebagai mitra dengan kualifikasi keahlian dan latar belakang pendidikan yang disesuaikan dengan mata pelajaran yang di embannya sehingga mampu menjalankan tugasnya secara profesional dan bertanggung jawab.
Rasio tenaga pengajar (Tahfidz, PAI maupun Umum) dengan siswa adalah satu berbanding lima, sehingga pembelajaran semakin efektif dan para siswa mendapatkan perhatian yang penuh dari guru yang mengajar. 
Pengelolaan dalam bidang Tenaga Pendidik dan Kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, rekrutmen, pengembangan, sampai dengan evaluasi kinerja dilakukan oleh Sekolah. Yayasan berperan aktif dalam pengawasan atau supervisi dan juga dalam pengupahan/imbal jasa.

Persyaratan yang harus dipenuhi oleh tenaga kependidikan dan kepegawaian tersebut adalah:
  1. Kepala Sekolah 
    a.    Bermanhaj Salafus Shalih,
    b.    Berakhlak yang baik (Akhlaqul Karimah),
    c.    Minimal lulusan S1 kependidikan,
    d.    Minimal hafalan Qur’an 10 Juz,
    e.    Dapat membaca Al Qur’an dengan tartil,
    f.    Memahami manajemen sekolah,
    g.    Memiliki wawasan keilmuan yang benar dan luas,
    h.    Memiliki dedikasi dan loyalitas.
     
  2. Wakil Kepala Sekolah
    a. Bermanhaj Salafus Shalih,
    b. Berakhlak yang baik (Akhlaqul Karimah),
    c. Minimal lulusan S1 kependidikan,
    d. Minimal hafalan Qur’an 3 Juz,
    e. Dapat membaca Al Qur’an dengan tartil,
    f. Memahami manajemen sekolah,
    g. Memiliki wawasan keilmuan yang benar dan luas,
    h. Memiliki dedikasi dan loyalitas.
     
  3. Koordinator Tahfidzul Qur’an
    a. Bermanhaj Salafus Shalih,
    b. Berakhlak yang baik (Akhlaqul Karimah),
    c. Minimal lulusan SLTA/sederajat,
    d. Minimal hafalan Qur’an 15 Juz,
    e. Dapat membaca Al Qur’an dengan tartil, 
    f. Memahami tajwid, makhar dan shifat-shifat huruf dengan baik,
    g. Memahami metode tahfidzul Qur’an,
    h. Memiliki wawasan keilmuan yang benar dan luas,
    i. Memiliki dedikasi dan loyalitas.
     
  4. Guru Kelas dan Mata Pelajaran 
    a. Bermanhaj Salafus Shalih,
    b. Berakhlak yang baik (Akhlaqul Karimah),
    c. Diutamakan lulusan S1 kependidikan,
    d. Minimal hafalan Qur’an 2 Juz,
    e. Dapat membaca Al Qur’an dengan tartil, 
    f. Memiliki wawasan keilmuan yang benar dan luas,
    g. Memiliki dedikasi dan loyalitas.
     
  5. Guru PAI
    a. Bermanhaj Salafus Shalih,
    b. Berakhlak yang baik (Akhlaqul Karimah),
    c. Diutamakan lulusan S1 yang kompeten dalam bidang agama,
    d. Minimal hafalan Qur’an 2 Juz,
    e. Dapat membaca Al Qur’an dengan tartil,
    f. Memiliki wawasan keilmuan yang benar dan luas,
    g. Memiliki dedikasi dan loyalitas.
     
  6. Guru Tahfidzul Qur’an
    a. Bermanhaj Salafus Shalih,
    b. Berakhlak yang baik (Akhlaqul Karimah),
    c. Minimal lulusan SLTA/sederajat,
    d. Minimal hafalan Qur’an 10 Juz,
    e. Dapat membaca Al Qur’an dengan tartil,
    f. Memahami tajwid, makhar dan shifat-shifat huruf dengan baik,
    g. Memiliki wawasan keilmuan yang benar dan luas,
    h. Memiliki dedikasi dan loyalitas.
     
  7. Administrasi & Kasir
    a. Bermanhaj Salafus Shalih,
    b. Berakhlak yang baik (Akhlaqul Karimah),
    c. Diutamakan lulusan DIII,
    d. Minimal hafalan Qur’an 1 Juz,
    e. Dapat membaca Al Qur’an dengan tartil,
    f. Memiliki dedikasi dan loyalitas.
     
  8. Bagian Umum, Kebersihan dan Keamanan
    a. Bermanhaj Salafus Shalih,
    b. Berakhlak yang baik (Akhlaqul Karimah),
    c. Diutamakan lulusan SLTA/sederajat,
    d. Dapat membaca Al Qur’an dengan tartil,
    e. Memiliki dedikasi dan loyalitas.
     
Pembiayaan
Rencana pembiayaan penyelenggaraan SDITQ IMB diperoleh dari sumber-sumber yang pasti berupa iuran  wajib siswa. Pembiayaan lainnya juga diperoleh dari bantuan-bantuan yang tidak mengikat baik dari pemerintah, yayasan, swasta maupun perorangan antara lain:
1.    Sumbangan Awal Tahun Ajaran (Kegiatan PSB)
2.    Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP)
3.    Bantuan dari lembaga lain yang tidak mengikat
4.    Bantuan dari perorangan yang tidak mengikat